Saturday, 16 February 2013

Efikasi Diri (Self Efficacy)


EFIKASI DIRI
Efikasi diri merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri atau self knowwledge  yang paling berpengaruh dalam kehudupan maanusia sehari-hari. Hal ini disebabkan efikasi diri yang dimiliki ikut memengaruhi individu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan termasuk di dalamnya perkiraan berbagai kejadian yang akan dihadapi.

A.    PENGERTIAN EFIKASI DIRI
Bandura adalah tokoh yang memperkenalkan istilah efikasi diri (self-efficacy). Ia mendefenisikan bahwa efikasi dirii adalah keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu.47 Sementara itu, Baron dan Byrne (1991) mendefenisikanan efikasi diri sebagai evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas, mencapai tujuan, dan mengatasi hambatan. Bandura dan Woods menjelaskan bahwa efikasi diri mengacu pada keyakinan akan kemampuan individu untuk menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif, dan tindakan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan situasi. 48.
Meskipun Bandura menganggap bahwa efikasi diri terjadi pada suatu kemampuan fenomena situasi khusus, para peneliti yang lain telah membedakan efikasi diri khusus dari efikasi diri secara umum atau generalized self-efficacy.49 efikasi diri secara umum menggambarkan suatu penilaian dari seberapa baik seseorang dapat melakukan suatu perbuatan pada situasi yang beraneka ragam.
Efikasi diri secara umum berhubungan dengan dengan harga diri atau self-esteem karena keduanya merupakan aspek dari penilaian dari yang berkaitan dengan kesuksesan atau kegagalan seseorang sebagai seorang manusia.50 Meskipun demikian, keduanya juga memiliki perbedaan, yaitu efikasi diri tidak mempunyai komponen penghargaan diri seperti self-esteem.  Harga diri ( self-esteem) mungkin suatu sifat yang menyemarakkan; efikasi diri selalu situasi khusus dan hal ini mendahului aksi dengan segera. Sebagai contoh, sesorang bisa memiliki efikasi diri secara umum yang tinggi, dia mungkin menganggap dirinya sanggup dalam banyak situasi. – namun, memiliki harga diri yang rendah karena dia percaya bahwa dia tidak memiliki nilai pokok pada hal yang dikuasai.
Bandura (1997) mengatakan bahwa efikasi diri  pada dasarnya adalah hasil proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau penghargaan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut dia, efikasi diri tidak berkaitann dengan kecakapan yang dimiliki, tapi berkaitan dengan keyakinan individu mengenai hal apa yang dapat dilakukan dengan kecakapan yang ia miliki seberapa pun besarnya. Efikasi diri menekannkan pada komponen keyakinan diri yang dimiliki seseorang dalam menghadapi situasi yang akan datang yang mengandung kekaburan, tidak dapat diramalkan, dan sering penuh dengan tekanan. Meskipun efikasi diri memiliki suatu pengaruh sebab-musabab yang besar pada tindakan kita, efikasi diri berkombinasi dengan lingkungan, perilaku sebelumnya, dan variabel-variabel personal lainnya, terutama harapan terhadap hasil untuk menghasilkan perilaku. Efikasi diri akan mempengaruhi beberapa aspek dari kognisi dan perilaku seseorang. Gist dan Mitchell mengatakan bahwa efikasi diri dapat membawa pada perilaku yang berbeda di antatara individu dengan kemampuan yang sama kaena efikasi diri memengaruhi pilihan, tujuan, pengatasan masalah, dan kegigihan dalam berusaha (Judge dan Erez, 2001).
Seseorang dengan efikasi diri percaya bahwa mereka mampu melakukan sesuatu untuk mengubah kejadian-kejadian di sekitarnya, sedangkan seseorang dengan efikasi diri rendah menganggap dirinya pada dasarnya tidak mampu mengerjakan segala sesuatu yang ada disekitarnya. Dalam situasi yang sulit, orang dengan efikasi yang rendah cenderung mudah menyerah. Sementara dengan orang dengan efikasi diri yang tinggi akan berusaha lebih keras untuk mengatasi tantangan yang ada. 51 Hal senada juga di ungkapkan oleh Gist, yang menunjukkan bukti bahwa perasaan efikasi diri memainkan satu peran penting dalam mengatasi memotivasi pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang menantang dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan tertentu.52
Dalam kehidupan sehari-hari, efikasi diri memimpin kita untuk menentukan cita-cita yang menantang dan tetap bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan. Lebih dari seratus penelitian memperlihatkan bahwa efikasi diri meramalkan produktivitas pekerja.53 ketika masalah-masalah muncul, perasaan efikasi diri yang kuat mendorong para pekerja untuk tetap tenang dan mencari solusi daripada merenung ketidakmampuannya. Usaha dan kegigihan menghasilkan prestasi.
Judge dkk, menganggap bahwa efikasi diri ini adalah indikator positif dari core self-evaluation untuk melakukan evaluasi diri yang berguna untuk memahami diri (Judge dan Bono,2001). Efikasi diri merupakan salah satu aspek pengetahuan tentang diri atau sel-knowledge yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia sehari-hari karena efikasi diri yang dimiliki ikut memengaruhi individu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, termasuk di dalamnya perkiraan terhadap tantangan yang akan dihadapi.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efikasi diri secara umum keyakinan seseorang mengenai kemampuannya dalam mengatasi beraneka ragam situasi yang muncul dalam hidupnya. Efikasi diri tidak berkaitan dengan kecakapan yang ia miliki seberapa aspek dari kognisi dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, perilaku satu individu akan berbeda dengan individu yang lain.


47. J. Feist, dan G.J Feist, “theories of Personality”, Fourth Edition, (Boston:Mcgraw-Hill Companies Inc., 1998)
48. N.W Wulandari, “ Hubungan Antara Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Kepuasan Kerja”, Skripsi, (Tidak diterbitkan), (Jogjakarta: Fakultas Psikologi UGM, 2000)
49. Chen dan Gully; Gist; Gist dan Mitchel dalam R.Hogan, & B.W Robbert, Personality Psychology: in the Workplace, (Washington DC: American Psychology Association, 2001)
50. Locke dkk, dalam ibid.

B.      PERKEMBANGAN EFIKASI DIRI
Efikasi diri merupakan unsur kepribadian yang berkembang melalui pengamatan-pengamatan individu terhadap akibat-akibat tindakannya dalam situasi tertentu. Persepsi sesorang mengenai dirinyanya dibentuk selama hidupnya melalui reward dan punishment dari orang-orang disekitarnya. Unsur penguat (reward dan punishment) lama-kelamaan dihayati sehingga terbentuk pengertian dan keyakinan mengenai kemampuan diri. Bandura (1997)  mengatakan bahwa persepsi terhadap efikasi diri setiap individu berkembang dari pencapaian secara  berangsur-angsur akan kemampuan dan pengalaman tertentu secara terus-menerus. Kemampuan memersepsikan secara kognitif terhadap kemampuan yang dimiliki memunculkan keyakinan atau kemantapan diri yang akan digunakan sebagai landasan bagi individu untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai target yang telah ditetapkan.
Menurut Bandura (1997) efikasi diri dapat ditumbuhkan dan dipelajari melalui empat sumber informasi utama. Beriku ini adalah empat unsur-unsur informasi tersebut.
1.      Pengalaman keberhasilan (mastery experience)
Sumber informasi ini memberikan pengaruh besar pada efikasi diri individu karena didasrkan pada pengalaman-pengalaman pribadi individu secara nyata yang berupa keberhasilan dan kegagalan. Pengalaman keberhasilan akan menaikkan efikasi diri individu, sedangkan pengalaman kegagalan akan menurunkannya. Setelah efikasi diri yang kuat berkembang  melalui serangkaian keberhasilan, dampak negatif dari kegagalan-kegagalan yang umum akan terkurangi. Bahkan kemudian kegagalan diatasi dengan usaha-usaha tertentu yang dapat memperkuat motivasi diri apabila seseorang menemukan lewat pengalaman bahwa hambatan tersulit pun dapat di atasi melalui usaha yang terus-menerus.

2.      Pengalaman orang lain (vicarious experience)
Pengamatan terhadap keberhasilan orang lain dengan kemampuan yang sebanding dalam mengerjakan suatu tugas akan meningkatkan efikasi diri individu dalam mengerjakan tugas yang sama. Begitu pula sebaliknya, pengamatan terhadap kegagalan orang lain akan menurunkan penilaian individu mengenai kemampuannya dan individu akan mengurangi usaha yang akan dilakukan. 54

3.      Persuasi verbal (verbal persuasion)
Pada persuasi verbal, individu diarahkan dengan saran, nasihat, dan bimbingan sehingga dapat meningkatkan keyakinannya tentang kemampuan-kemampuan yang dimiliki yang dapat membantu mencapai tujuan yang diinginkan. Individu yang diyakinkan secara verbal cenderung akan berusaha lebih keras untuk mencapai suatu keberhasilan. Menurut Bandura (1997), pengaruh persuasi verbal tidaklah terlalu besar karena tidak memberikan suatu pengalaman yang dapat langsung dialami atau diamati individu. Dalam kondisi yang menekan dan kegagalan terus-menerus, pengaruh sugesti akan cepat lenyap jika mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan.

4.      Kondisi fisiologis (psysiological state)
Individu akan mendasarkan informasi mengenai kondisi fisiologis mereka untuk menilai kemampuannya. Ketegangan fisik dalam situasi yang menekan dipandang individu sebagai suatu tanda ketidakmampuan karena hal itu dapat melemahkan perfomansi kerja individu.
****

Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa efikasi diri dapat ditumbuhkan dan dipelajari melalui emapt sumber informasi utama, yaitu Pengalaman keberhasilan (mastery experience, Pengalaman orang lain (vicarious experience), Persuasi verbal (verbal persuasion), Kondisi fisiologis (psysiological state).


54. Brown dan Inouge dalam A. Bandura, Self-Efficacy: The Exercise of Control, (New York: W.H.Freeman and Company,1997)

C.    ASPEK-APEK EFIKASI DIRI
Menurut Bandura (1997), efikasi diri pada diri tiap individu akan berbeda antara satu individu dengan yang lainnya berdasarkan tiga dimensi. Berikut adalah tiga dimensi tersebut.
1.      Dimensi tingak level (level)
dimensi ini berkaitan dengan derajat kesulitan tugas ketika individu merasa mampu untuk melakukannya. Apabila individu dihadapkan pada tugas-tugas yang disusun menurut tingkat kesulitannya, maka efikasi diri individu mungkin akan terbatas pada tugas-tugas yang mudah, sedang, atau bahkan meliputi tugas-tugas yang paling sulit, sesuai dengan batas kemampuan yang dirasakan untuk memenuhi tuntutan perilaku yang dibutuhkan pada masing-masing tingkat. Dimensi ini memiliki implikasi terhadap pemilihan tingkah laku yang dirasa mampu dilakukannya dan menghindari tingkah laku yang berada di luar batas kemampuan yang di rasakannya.

2.      Dimensi kekuatan (strength)
Dimensi ini berkaitan dengan tingkat kekuatan dari keyakinan atau pengharapan individu mengenai kemampuannya. Pengharapan yang lemah mudah digoyahkan oleh pengalaman-pengalaman yang tidak mendukung. Sebaliknya, pengharapan yang mantap mendorong individu tetap bertahan dalam usahanya. Meskipun mungkin ditemukan pengalaman yang kurang menunjang. Dimensi ini biasanya berkaitan langsung dengan dimensi level, yaitu makin tiggi level taraf kesulitan tugas, makin lemah keyakinan yang dirasakan untuk menyelesaikannya.

3.      Dimensi generalisasi (geneality)
Dimensi ini berkaitan dengan luas bidang tingkah laku yang mana individu merasa yakin akan kemampuannya. Individu dapat merasa yakin terhadap kemampuan dirinya. Apakah terbatas pada suatu aktivitas dan situasi tertentu atau pada serangkain aktivitas dan situasi yang bervariasi.
*******
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dimensi-dimensi, efikasi diri adalah tingkat (level), dimensi kekuatan (strenght), dan dimensi generalisasi (generality).

Sumber Buku : Ghufron M. Nur & Risnawati Rini S. 2010. Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Friday, 1 February 2013

OPTIMISME


OPTIMISME

Optimisme merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting pada seseorang. Optimisme membuat individu mengeatahui apa yang diinginkan dan cepat mengubah diri agar mudah menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.
A.    PENGERTIAN OPTIMISME
Menurut Segerestrom (1986) optimisme adalah cara berpikir yang positif dan realistis dalam memandang suatu masalah. Berpikir positif adalah berusaha mencapai hal terbaik dari keadaan buruk. Optimisme dapat membantu meningkatkan kesehatan secara psikologis, memiliki peran perasaan baik, melakukan penyelesaian masalah dengan cara logis sehingga hal ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh juga.
Lopes dan Synder (2003) berpendapat optimisme adalah suatu harapan yang ada pada individu bahwa segala sesuatu akan berjalan menuju ke arah kebaikan. Perasaan optimisme membawa individu pada tujuan yang diinginkan, yakni pada diri dan kemampuan yang dimiliki. Sikap optimisme menjadikan seseorang keluar dengan cepat dari permasalahan yang dihadapi karena adanya pemikiran dan perasaan memiliki kemampuan. Juga didukung anggapan bahwa setiap orang memiliki keberuntungan sendiri-sendiri.
Scheir and Carver63 menyatakan optimisme dapat dipastikan membawa individu ke arah kebaikan kesehatan karena adanya keinginan untuk tetap menjadi orang yang ingin menghasilkan sesuatu (produktif) dan ini tetap dijadikan tujuan untuk berhasil mencapai yang diinginkan. Individu tersebut dapat dengan cepat mengibah diri agar mudah menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi sehingga diri tidak menjadi kosong.  Individu yang optimis diibaratkan seperti gelas yamg penuh, sedangkan individu yang pesimis sebagai gelas kosong yang tidak memiliki apa-apa di dalamnya. Orang pesimis kurang memiliki kepastian untuk memandang masa depan dan selalu hidup di dalam ketidakpastian dan merasa hidup tidak berguna.
Seligman (1991) menyatakan optimisme adalah suatu pandangan secara menyeluruh, melihat hal yang baik, berpikir positif, dan mudah memberikan makna bagi diri. Individu yang optimis mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari yang telah lalu, tidak takut pada kegagalan, dan berusaha untuk tetap bangkit mencoba kembali bila gagal. Optimisme mendorong individu untuk selalu berpikir bahwa sesuatu yang terjadi adalah hal yang terbaik bagi dirinya. Hal ini yang membedakan dirinya dengan orang lain.
Belsky (1999) berpendapat bahwa optimisme adalah menemukan inspirasi baru. Kekuatan yang dapat diterapkan dalam semua aspek kehidupan sehingga mencapai keberhasilan. Optimisme membuat individu memiliki energi tinggi, bekerja keras untuk melakukan hal yang penting. Pemikiran optimisme memberi dukungan pada individu menuju hidup yang lebih berhasil dalam setiap aktivitas. Dikarenakan orang yang optimis akan menggunakan semua potensi yang dimiliki, sedangkan menurut Myers (1999) optimisme menunjukkan arah dan tujuan hidup yang positif, menyambut datangnya pagi dengan sukacita, membangkitkan kembali rasa percaya diri ke arah yang lebih realistik, dan menghilangkan rasa takut yang selalu menyertai individu. Pemikiran optimis menentukan individu dalam menjalani kehidupan, memecahkan masalah, dan penerimaan terhadap perubahan baik dalam menghadapi kesuksesan maupun kesulitan dalam hidup. 64
Berbeda dengan pandangan di atas, Goleman (1996) melihat optimisme melalui titik pandang kecerdasan emosional, yakni suatu pertahanan diri pada seseorang agar jangan sampai terjatuh ke dalam masa kebodohan, putus asa, dan depresi bila mendapat kesulitan. Dalam menerima kekecewaan, individu yang optimis cenderung menerima dengan respons aktif, tidak putus asa, merencanakan tindakan ke depan, mencari pertolongan dan melihat kegagalan sebagai sesuatu yang harus diperbaiki.
Berdasarkan uraian defenisi yang telah disebutkan di atas, amaka dapat disimpulkan bahwa optimisme adalah adanya ‘kecenderungan pada individu untuk memandang segala sesuatu hal dari sisi dan kondisi keberuntungan sendiri.


63. K.A Mathew, B.B Gump, dan J.F Owens, “ Chronic Stress Influences Cardiovascular and Neuoroendocrine Responsess During Acute Stress and Recovery, Especially in Men”, dalam Journal of Health Psychology, Vol 20, No.6, (2001), hlm.4003-410.
64. Carver dan Scheiver dalam Lopez, J.S dan Synder. R.C.,Positive Psychologycal Assesment. A Hand Book Of Models and Measurement, (Americant Psychological Associations : Washington DC,2003)

B.     ASPEK-ASPEK OPTIMISME

            Seligman (1991) mendeskripsikan individu-individu yang memiliki sifat optimis akan terlihat pada aspek-aspek tertentu seperti di bawah ini.
1.      Permanent adalah individu selalu menampilkan sikap hidup ke arah kematangan dan akan berubah sedikit saja dari biasanya dan ini tidak bersifat lama.
2.      Pervasive artinya gaya penjelasan yang berkaitan dengan dimensi ruang lingkup, yang dibedakan menjadikan spesifik dan universal.
3.      Personalization meruapakan gaya penjelasan yang berkaitan dengan sumber penyebab dan dibedakan menjadi internal dan eksternal.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek individu yang optimis adalah permanent, pervasive, dan personalization.

C.    CIRI-CIRI INDIVIDU YANG OPTIMIS
            Robinson dkk. (1997) menyatakan individu yang memiliki sikap optimis jarang menderita depresi dan lebih mudah mencapai kesuksesan dalam hidup, memiliki kepercayaan, dapat berubah ke arah yang lebih baik, adanya pemikiran dan kepercayaan mencapai sesuatu yang lebih baik, dan selalu berjuang dengan kesadaran penuh. 65
McGinnis (1995) menyatakan orang-orang optimis jarang merasa terkejut oleh kesulitan. Mereka merasa yakin memiliki kekuatan untuk menghilangkan pemikiran negatif, berusaha meningkatkan kekuatan diri, menggunakan pemikiran yang inovatif untuk menggapai kesusksesan, dan berusaha gembira, meskipun tidak dalam kondisi bahagia.
Scheiver dan Carter66 menegaskan bahwa individu yang optimis akan berusaha menggapai pengharapan dengan pemikiran positif, yakin akan kelebihan yang dimiliki. Individu optimisme biasa bekerja keras menghadapi stress dan tantangan sehari-hari secara efektif, berdoa dan mengakui adanya faktor keberuntungan dan faktor lain yang turut mendukung keberhasilannya.
Individu yang optimis memiliki impian untuk mencapai tujuan, berjuang dengan sekuat tenaga, dan tidak ingin duduk berdiam diri menanti keberhasilan yang akan diberikan oleh orang lain. Individu optimis ingin melakukan sendiri segala sesuatu dan tidak ingin memikirkan ketidakberhasilan sebelum mencoba. Individu yang optimis berpikir yang terbaik, tetapi juga memahami untuk memilih bagia masa yang memang dibutuhkan sebagai ukuran untuk mencari jalan.

65. Dalam E.P Seligman dan Martin, The Optimistic Child, A Program That Safeguards Children Againts Depression Builds Lifelong Resilience,(1995)
66.Op.Cit

Sumber Buku: Ghufron M. Nur & Risnawati Rini S. 2010. Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Friday, 11 May 2012

KETAHUI KARAKTERISTIK GOLONGAN DARAH KAMU


KARAKTERISTIK ANAK UNTUK TIAP GOLONGAN DARAH

Kepribadaian anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal anak. Sifat bawaan yang diturunkan dari orang dikenal sebagai faktor internal yang mempengaruhi kepribadian atau karakter seorang anak, sedangkan lingkungan dipercaya sebagai faktor eksternal anak yang akan mempengaruhi kepribadiannya. Saat ini, perkembangan terbaru terkait dengan faktor internal adalah adanya pengaruh golongan darah seseorang terhadap karakteristik individu tersebut. Penelitian tentang perbedaan karakter anak berdasarkan golongan darahnya juga telah mulai banyak dilakukan. 

Toshitaka Nomi menguraikan karakteristik anak berdasarkan golongan darah yaitu golongan darah O,A,B dan AB sebagai berikut:

1.  G
olongan Darah O

Secara umum, anak dengan golongan darah O adalah anak yang ingin menonjolkan diri, dan ia memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya. Bahkan, anak sangat peduli terhadap kemenangan dan kekalahan. Sifat  kepemimpinannya yangg muncul dari anak bergolongan darah O ini juga sangat kuat, sehingga kadang anak terlihat sering memonopoli teman atau benda yang sedang disenanginya. 

Perilaku memeonopoli teman ini dapat terlihat dari kegiatan mengumpulkan teman sebagai ‘pasukannya’. Hal ini akan mudah terlaksana karena biasanya anak bergolongan darah O ini adalah anak yang bersahabat dan pandai berbicara atau merayu. Namun, pada suatu kondisi anak ini sangat tunduk pada orang lain yang lebih kuat dari dirinya, misalnya guru/dosen disekolah.

Anak bergolongan darah O juga adalah anak yang percaya diri, namun karena rasa percaya diri yang tinggi tersebut kadang anak berespon cepat terhadap suatu keadaan tanpa memirkan terlebih dahulu akibat dari tindakan yang dilakukan tersebut. Selain itu, anak akan terkesan sangat keras kepala karena merasa dirinya benar dan tidak mendengarkan orang lain sebelum berespon. Saat seseorang bertindak sesuai dengan keinginannya, maka anak ini sangat mudah tersentuh atau bahkan tersinggung, rasa ketersinggungan itu tidak ‘terpendam ‘ lama di hati si anak.

Golongan darah O kadang disebut sebagai golongan darah sosial karena bisa memberikan darahnya untuk transfusi darah ke golongan darah manapun. Hal ini terlihat juga dari keseharian anak bergolongan darah O yang bersifat supel dan senang membantu temannya. Sifat kemanusian dari anak bergolongan darah O ini sangat bisa terlihat. Selain sifat penolong yang jelas terlihat, anak ini juga akan memperlihatkan perasaan dengan jelas dan melalui perkataan yang juga jelas, sehingga anak bergolongan darah O ini terkesan sebagai anak yang ekspresif. Mereka ekspresif dalam berbicara dan bertindak. Anak ini juga mudah sekali memperlihatkan rasa sayangnya dengan bergelayut manja pada orang lain karena anak dengan golongan darah O ini sangat menyenangi kontak fisik.

Selain senang dengan kontak fisik dengan orang lain, anak bergolongan darah ini juga sangat antusias makan. Hal inilah yang mungkin membuat  anak dengan golongan darah ini memiliki gairah yang tinggi dalam hidupnya.

“dengan semangat dan percaya diri.....! kita pasti bisa...!!!
“kamu pasti bisa.....!!!!



2. Golongan Darah A

Secara umum, anak bergolongan darah A adalah anak yang perfeksionis. Hal ini tergambar dari kehatian-hatian yang diperlihatkan saat mereka mengerjakaan sesuatu. Sebelum bertindak, biasa anak bergolongan darah A ini berpikir dengan cermat apa yang akan mereka lakukan. Mereka akan melakukan hal yang tidak dilakukan dengan oleh orang lain, dengan tujuan agar mereka berbeda dari yang lain.

Saat melakukan aktifitas kelompok, anak bergolongan darah A enjga hubungan dengan orang lain dengan cara berusaha mengontrol emosi dan keinginannya. Anak ini akan terlihat lebih tenang dan santai karena kemampuannya mengendalikan emosi. Sikap ini mereka lakukan untuk menghindari terjadinya konflik atau pertentangan diantara mereka. Peraturan yang telah ditetapkan akan mereka ikuti dengan sangat baik, dan mereka akan memastikan bahwa peraturan itu dilaksanakan dengan baik juga. Prinsip ini seringkali membuat alasan pertengakaran anak bergolongan darah ini dengan anak ;lain yang tidak mematuhi peraturan.

Apabila terjadi pertengkaran dengan anak lain karena alasan ketidakptuhan ini, maka anak bergolongan darah A akan sulit sekali memaafkan anak yang tidak mematuhi peraturan. Berbeda dengan anak golongan darah lain yang memang lebih mudah untuk berbaikan dengan temannya. Keadaan “negatif” ini akan diperberat dengan sikap anak bergolongan darah A yang biasanya akan memikirkan apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Seringkali dikatakan anak ini adalah anak yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Sisi baiknya adalah, anak juga sensitif terhadap temannya yang sedang membutuhkan bantuan. Anak bergolongan darah ini memiliki keinginan kuat untuk membantu temannya.

“hai.... kawan ini ada bingkisan untukmu....!!

“terima kasih kawan.... kamu baik sekali......!!!


3.Golongan Darah B

Seorang anak yang bergolongan darah B sangat menyukai kebebasan. Anak tidak suka dibatasi atau dikekang. Biasanya anak memiliki ide-ide yang berani dan unik. Anak ini tidak terlalu ingin berbeda dengan anak yang lain, yang penting mereka bisa melakukan hal yang disukainya. Sikap tidak mau dikekang dan hanya melakukan yang disukai ini menjadikan anak terlihat sebagai anak yang tidak stabil dan tidak mau dikontrol. Anak sulit untuk mengikuti perintah atau peraturan yang ada. Hal ini membuat karakter bergolongan darah B akan sangat bertolak belakang dengan anak bergolongan darah A.

Apabila dibandingkan dengan anak bergolongan darah A yang terlalu memirkan pendapat orang lain, maka anak yang bergolongan darah B tidak peduli dengan pemikiran orang lain tentang dirinya. Sehingga, walaupun mereka sedang berada dalam kelompok, seringkali mereka asyik dengan kegiataanya sendiri. Hal terpenting bagi mereka dapat melakukan hal yang menarik hatinya dan menyenangkan, ditambah lagi pada dasarnya anak ini sering beersikap sebagai anak pemalu. Yang sering menjadi masalah adalah anak merasa cepat bosan, tetapi apabila mereka telah fokus pada satu hal atau kegiatan, maka mereka akan berkonsentrasi dan menghasilkan sesuatu yang berguna.

“hai tomy...!! kamu mau kemana???? Ayo kumpul disini....!!
“ aku mau bebas... aku mau bebas bermain....!!

Hal lain yang menonjol pada anak bergolongan darah B ini adalah bahwa mereka menyukai keterbukaan. Anak ini mudah sekali membuka diri pada orang lain. Sikap ini sejalan dengan pemikirannya yang selalu kreatif, fleksibel dan kaya akan ide.


4.Golongan Darah AB

Perpaduan yang unik anatara karakteristik golongan darah A dan golongan darah B menyebabkan anak yang memiliki golongan darah AB ini berkepribadian unik. Hal ini terjadi karena gen yang dibawa oleh golongan darah A dan golongan B sangatlah kontras. Anak denga tipe golongan darah ini memiliki karakter anak golongan darah A yang tenang dan anak golongan darah B yang tidak stabiil. Anak ini pemalu sekaligus ceria, dimana mood anak bisa berubah secara tiba-tiba.

Seimabng  adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perilaku anak dengan golongan darah AB ini.  Anak biasanya akan menggunakan cara berpikir golongan darah A dan golongan darah B sebelum bertindak. Anak akan berpikir secara adil dengan berbagai macam pertimbangan. Biasanya anak tidak akan suka melihat seuatu hanya dari satu sisi. Gahkan, anak akan bersikap dari sisi sebaliknya bila dibandingkan dengan orang lain. Kemampuan anak untuk menyelaraskan pola pikir gen A dan Gen B membutuhkan waktu dan latihan. Ada anak yang menunjukkan sikap harmoni karena bisa mengkombinasikan kedua pola pikir tersebut, namun ada anak yang hanya memunculkan karakteristik anak bergolongan darah A, dan di saat lain menunjukkan karakteristik anak dengan golongan darah B.

Karakteristik lain dari golongan ini adalah anak seringkali tidak bisa bertahan lama dalam mengerjakan sesuatu. Merka akan cenderung lebih cepat bosan dibandingkan dengan tipe golongan darah yang lain. Walaupun, apabila mereka dihadapkan pada aktifitas yang memang benar-benar mereka sukai akan mereka kerjakan denan sepenuh hati.

Anak yang bergolongan darah AB ini adalah orang yang baik hati dan bersikap lembut. Seringkali konflik yang muncul pada anak dengan anaknya adalah karena sikap anak yang selalu membela orang lain. Tindakan pembelaan ini dilakukan oleh anak karena dia merasa orang lain telah berbuat tidak adil terhadap temannya.

“ayo kak.... kita bermain lagi.....!!

“ehmmmm....kakak lagi bosan nih.....!!


SUMBER
Wanda Dessi. 2011. Mengenali & Membangun Karakter Anak Berdasarkan Golongan Darahnya. Jakarta: Cerdas Sehat

Thursday, 29 March 2012

DUNIA PSIKOLOGI YANG MENARIK

PSIKOLOGI......????? APA ITU......?????

Suka dengarin curhat teman? Selalu ingin tahu apa yang  dirasakan seseorang? Pengen banget menyelesaikan  masalah orang lain-entah itu teman, saudara, bahkan orang yang belum kita kenal? Atau kamu  juga tertarik untuk mendalami masalah umum yang terjadi di sekitar kamu?
Nah, kalau memang suka, kenapa nggak  jadi psikolog, saja? Dengan  menjadi psikolog, kamu nggak  hanya bisa mengenal dirimu  sendiri, tetapi kamu juga akan memahami diri banyak orang . secara langsung, kamu dapat mempelajari karakter banyak  orang. Hal ini bukan tak mungkin akan melahirkan banyak pertemanan. Maka tak heran kalau psikolog itu biasanya memiliki banyak teman. Banyak  juga psikolog  yang namanya melambung karena banyak  menangani kasus-kasus  yang sedang mencuat. Yang lebih mengasyikkan, beberapa psikolog popularitasnya bisa sejajar dengan artis, lho! J
Sebelum lebih jauh membahas tentang  dunia psikolog , nggak  ada salahnya kita mengenal lebih lanjut, seperti apakah dunia  psikolog  itu? Psikolog adalah orang yang membantu  menangani problema atau masalah yang berkaitan dengan psikis  seseorang.  Psikis artinya  sesuatu  yang ada di dalam jiwa atau diri manusia , seperti pikiran, emosi, dan perilaku.
Mungkin kamu bertanya-tanya, samakah psikolog dengan psikiater? Jawabannya adalah tidak! Meski sama-sama mempelajari masalah-masalah klinis kejiwaan, keduanya merupakan profesi yang berbeda. Psikiater umumnya menangani kasus-kasus klinis  yang  tingkatannya lebih berat, bahkan umumnya  membutuhkan obat-obatan. Sedangkan psikolog umumnya menangani kasus –kasus yang hanya memerlukan penanganan melalui psikoterapi.
Selain psikiater, psikolog juga bekerja sama dengan neurolog  atau dokter ahli saraf. Karena tak jarang masalah-masalah  yang ditangani oleh psikolog berkaitan erat dengan emosi  atau pikiran yang berhubungan dengan neurofaal atau masalah saraf.
Psikologi berasal dari kata Yunani yaitu psyche  dan  logos. Psyche  artinya napas kehidupan yang berupa jiwa atau roh.  Sedangkan logos  berarti ilmu. Jadi, psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi bisa juga diartikan sebagai studi ilmiah mengenai perilaku dan proses mental.
Dalam perkembangannya, psikologi lebih mengarah pada pembahasan atau pengkajian sisi-sisi manusia dari  segi yang bisa diamati. Mengapa? Karena jiwa manusia bersifat abstrak sehingga  tidak  dapat diamati secara empiris. Padahal  objek kajian  setiap ilmu harus  dapat diobservasi dengan pancaindra. Walaupun besar kemungkinannya gerak-gerik lahiriah seseorang belum  tentu menggambarkan  keadaan  jiwa yang sebenarnya, namun secara  tradisional, psikologi lazim diartikan sebagai satu bidang ilmu yang mencoba mempelajari perilaku manusia.
Para ahli psikologi belakangan ini juga  cenderung  menganggap psikologi sebagai suatu ilmu yang  mencoba mengkaji  proses akal  manusia dan segala manifestasinya  yang mengatur perilaku manusia  tersebut. Tujuan pengkajian akal  ini adalah untuk menjelaskan, memprediksikan, dan mengontrol perilaku manusia.
Psikologi  yang mentalistik  melahirkan aliran yang disebut  psikologi kesadaran. Tujuan utama aliran psikologi kesadaran  adalah mencoba mengkaji proses pikiran akal manusia dengan  cara melakukan intropeksi  atau mengkaji diri sendiri. Oleh karena itu, psikologi  kesadaran lazim juga disebut psikologi introspeksionisme. Psikologi ini  merupakan proses  kerja akal dengan cara melihat kedalam diri sendiri  setelah suatu rangsangan terjadi.
Psikologi yang behavioristik melahirkan aliran yang disebut  psikologi perilaku. Tujuan utama ppsikologi ini adalah mencoba mengkaji  perilaku  manusia yang berupa reaksi apabila suatu rangsangan terjadi dan  selanjutnya bagaimana mengawasi dan mengontrol perilaku itu.
Psikologi yang kognifistik dan lazim disebut juga p sikologi  kognitif mencoba mengkaji proses-proses kognitif manusia  secara ilmiah. yang  dimaksud proses kognitif adalah proses akal manusia yang bertanggung jawab untuk mengatur pengalaman dan  perilaku manusia.  Terdapat perbedaan psikologi kognitif dengan psikologi kesadaran.  Menurut  paham mentalisme, proses-proses akal itu  berlangsung setelah terjadinya rangsangan. Sedangkan menurut psikologi kognitif , proses akal itu dapat terjadi karena adanya kekuatan dari dalam, tanpa ada rangsangan terlebih dahulu.
Karena para ahli jiwa punya penekakan yang berbeda-beda, maka defenisi yang dikemukakan tentang  ilmu psikologi juga berbeda. Dr. Singgih Dirgagunarsa mengatakan bahwa ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Agar kamu lebih mudah memahami, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan seseorang, termasuk sikap, perilaku, sifat kemampuan berpikir, kemampuan bertindak, dan lain-lain yang  mempengaruhi kehidupan  manusia itu pada umumnya.
Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental secara langsung karena sifatnya yang abstrak. Tetapi psikologi membatasi untuk mengkaji manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut. Yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga  psikologi dapat juga didefenisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari  tingkah laku dan proses mental.
Psikologi juga termasuk ilmu pengethuan ilmiah, karena psikologi memenui syarat-syarat sebagai suatu ilmu pengatahuan ilmiah.
Psikologi merupakan sebuah kajian ilmiah menggunakan metode ilmiah untuk menjelaskan perilaku manusia dan proses berpikir secara obyektif dan terpercaya, dan bukannya memberikan penjelasan dari hasil intuisi semata (hanya menggunakan perasaan) atau spekulasi  (perkiraan).
Psikologi juga banyak mempelajari perilaku manusia yang tampak, seperti cara berpikir, cara betingkah laku, dan lain-lain. Selain itu, psikologi juga mempelajari proses mental dan kejadian-kejadian biologis yang berada dibalik perilaku mauisa, dengan mempertimbangkan faktor sejarah ekonomi, sosial, dan budaya.
Banyak yang bertanya, sebenarnya apa sajakah yang dipelajari oleh bidang yang satu ini? Yang jelas, jika kamu belajar psikologi  akan mempelajari  perilaku manusia yang tampak  dan bisa diamati secara langsung.  Contohnya menangis, tertawa, marah atau kegiatan  seperti belajar,  bergerak, dan lain-lain. Kamu juga akan mempelajari proses mental  atau perilaku yang tidak tampak, misalnya  proses berpikir, merasakan  dan mengingat. Selain itu, psikologi juga mempelajari kejadian-kejadian biologis yang berada dibalik perilaku manusia.
Intinya, ilmu psikologi itu mencoba memahami suatu permasalahan. Dalam hal ini, umumnya psikolog mengajukan  berbagai pertanyaan. Melalui pertanyaan ini kemudian dicari jawabannya dengan berbagai  metode/cara. Metode tersebut antara  lain meliputi eksperimen, baik di laboratorium maupun dilapangan. Selain itu psikolog juga menggunakan metode observasi, wawancara, survei dan studi kasus. Dengan demikian, psikologi berperan sebagai pembuka pintu bagi pemecahan sebuah masalah.
Hasil dari kegiatan di atas kelak akan digunakan untuk mengamati, menyebutkan, menjelaskan, dan memprediksi perilaku selanjutnya. Untuk membantu terlaksananya fungsi psikologi itu digunakan metodedan data-data di atas. Aplikasi atau penerapan dari  hasil ini yang jelas ada di berbagai bidang kehidupan. Tujuannya tentu saja untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia. Contohnya  adalah sebagai berikut: dengan memehami proses dan cara manusia belajar, para pendidik dapat merangcang sebuah sistem belajar yang efektif, misalnya melalui penataan kelas atau menciptakan berbagai jenis permainan untuk dimainkan di kelas-kelas di TK atau SD.
Psikologi juga dapat diaplikasikan di bidang industri. Misalnya penataan ruang kerja dengan mempertimbangkan faktor psikologis, seperti kebutuhan interaksi, kelelahan, perhatian, serta  konsentrasi.  Pada  bidang yang lebih khusus lagi, misalnya kesehatan mental, psikologi telah memberikan jalan keluar bagi banyak orang untuk menemukan pemecahan masalah yang mereka hadapi sehari-hari.
Psikologi adalah ilmu yang masih sangat muda. Karena itulah belum banyak pertanyaan  tentang perilaku dan permasalahan manusia yang dapat dijawab dan diselsaikan oleh psikologi. Jika dibandingkan dengan ilmu lainnya, seperti ilmu pasti atau alam, maka psikologi  atau ilmu kejiwaan ini bisa dikatakan sebagai ilmu yang kurang tegas. Mengapa demikian?
Menurut Drs. H. Abu Ahmadi, penulis buku Psikologi Umum,  psikologi dikatakan “ilmu yang kurang tegas” karena ilmu ini mengalami perubahan, perubahan, tumbuh, dan berkembang untuk mencapai kesempurnaan. Menurutnya, karena sifatnya yang abvstrak, maka kita dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya mengenalinya saja. Jiwa adalah sesuatu yang tidak tampak, tidak  dapat dilihat oleh diri kita.. Demikian pula hakikat jiwa, tidak seorang pun dapat mengatahuinya. Manusia bisa mengetahui kondisi jiwa seseorang hanya dengan mengamati tingkah lakunya. Tingkah laku itulah yang merupakan kenyataan jiwa yang dapat kita lihat dari luar.
Contohnya adalah seseorang yang menangis. Kenyataannya, jiwanya sedang bersedih. Mungkin ada sebuah kejadian yang membuatnya terluka, menderita, atau sakit hati sehingga kondisi itu diungkapkan dengan air mata. Kondisi tersebut akhirnya terbaca oleh kita, sehingga kita mengetahui bahwa orang tersebut sedang berduka. Nah pernyataan jiwa itu kita namakan gejala jiwa, di  antaranya terdiri dari mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir dan sebagainya. Dari  situlah orng kemudia membuat defenisi  bahwa ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Secara umum psikologi iitu diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia atau gejala-gejala jiwa manusia. Namun, para ahli banyak mempunyai penekakan berbeda-beda pula. Di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Dr.Singgih Dirgagunarsa, bahwa psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sementara itu, filsuf Yunani Plato dan Aristoteles menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya samapi akhir. Lalu John Bradus Watson memandang psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari yang tampak (lahiriah) dengan menggunakan metode observasi yang objektif serta rangsangan dan jawaban (respons).
Meski terjadi perbedaan defenisi ilmu psikologi oleh para ahli psikologi, namun kita tetap sepakat bahwa ilmu psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan  perbuatan individu, dimana  individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.

Sumber : Dennis G. Fitriyan. 2012. Bekerja Sebagai Pikolog referensi bimbingan karier. Solo. Esensi.

Friday, 27 January 2012

Bantaeng (Butta Toa)

Sejarah                                      
                                      BANTAENG ”BUTTA TOA”    
    
                 Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 50 21’23”-5035’26” lintang selatan  dan 119051’42”-12005’26” bujur timur.Berjarak 125 Km kearah selatan dari ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan . Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2,dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian  laki-laki sebanya 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Tebagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan Pada bagian utara daerah ini terdapat daratan tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang .Sedangkan selatan membujur dari barat ke timur terdapat di daratan rendah yang meliputi pesisir pantai  dan persawahan .

                 Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk di kembangkan lebih lanjut. Lahan yang di milikinya + 39.583 Ha. Di kabupaten Bantaeng mempnyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung   2.773 Hektar. Secara keselurhan lus kawasan hutan enurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).

                  Karena sebagian penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sector pertanian. Mask dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memengjenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah tanaman hortikultura  yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai  4.847 ton (2006). Selain kentang , holtikultra lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan , khususnya komoditif utama mengalami peningkatan yan cukup berarti.

                 Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk di kembangkan di Kabupaten Bantaeng  yang dari than ketahun mengalami peningkatan . engembangan sektor industry sangat berpeluang dimsa mendatang, namun membtuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sector industry, dampaknya sangatpositif. Sebab disamping meningkatkan pendapatan  masyarakat juga menyerap tenaga kerja . industry-industri yang berkembang antara lain  adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau dari daun lontar.

                                                     PARIWISATA                  
              Sektor lain yang perlu diperhitungkan adlah sector pariwisata. Kabupaten Bantang memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan- peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran  jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap par hatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tmpat menarik, seperti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peninggalan-peninggalan sejarah seperti Bala Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.
           Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerh lainnya dengan mengembangkan  penataankota melalui penataan kota, drainase, lampu jalan , dan lain-lain.

                           SEJARAH PENETAPAN HARI  JADI BANTAENG
            Hari kelahiran Bantaeng  adalah merupakan momentum sejarah yang meiliki makna yang sangat dalam  dan mendasar, oleh karena itu maka penentuan hari jadi Bantaeng  harus dilakukan dengan arif dan bijaksana serta mempertimbangkan  berbagai haldan dimensi, antara lain dengan mempergunakan berbagai pendekatan dan penelitian yang seksama, seperti seminar. Disuse- diskusi ilmiahdan observasi terhadap trhadap data lontara, penelitia situs sejrah dan melalui penelitian dokumen- dokumen yang ada.
            Apabila dilihat dari segi yuridis formal, maka hri jadi Bantaeng jatuh pada tanggal 14 juli 1959 disaat Undang-Undag Nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi.
           Namun,  pemberlakuan Undang-Undang Nomor 29 tahun 1959, bukanlah  menunjukkan keberadaan Bantaeng pertama kali , karena kabupaten Bantaeng sebagai bekas Afdeling pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda  sudah lama dikenal sebagai pusat  pemerintahan formal. Bahkan sejak tanggal 11 November 1737 Resident Pertama Pemerintahan Hindia Belanda telah  memimpin pemerintahan Bantaeng.
            Dengan statu “Butta toa”. Maka kita menoleh kepada sejarahjauh sebelumnya, ketika kerajaan Bantaeng terbentuk pada abad XII, yang telah di temukan oleh kerajaan Singosari dan kerajaan Majapahit ketika memperlebar  usaha dagang dan kekuasaan ke wilayah timur dan dicatat dalam berbagai dokumen, antara lain peta wilayah Singosari dan buku Prapanca yang berjudul  Negara Kertagama .
            Dengan demikian, maka hari jadi Bantaeng selain bermakna historis juga bermakna simbolik yang menggambarkan nilai budaya dan kebesaran Bantaeng d masa lalu dengan adat istiadat yang khas.
            Tanggal 7 menunjukkan simbo Balla Tujua di Onto, dan Tau Tujua yang memerintah di masa lalu yaitu: Karaeng Onto, Bissampole, Sinowa, Gantarang keke, Mamampang, Katapang  dan Lawi-Lawi.
            Selain itu, sejarah menunjukkan  pada tanggal 7 Juli 1667 terjadi perang Makassar, dimana tentara Belanda  mendarat lebih dahulu di Bantaeng  sebelum menyerang Gowa karena letaknya yang strategis sebagai bandar pelabuhan dan lumbung pasangan Kerajaan Gowa. Serangan Belanda tersebut gagal, kaena ternyata dengan semangat patritisme rakyat Bantaeng sebagai bagian kerajaan Gowa pada waktu itu mengadakan perlawan besar-besaran .
           Bulan 12, menunjukkan sistim adat 12 atau semacam DPRD sekarang, yang terdiri dari perwakilan rakyat melalui Unsur Jannang (Kepala Kampung) sebagai anggotanya , yang secara demokratis menetakan kebijaksanaan pemerintah bersama Karaeng Bantaeng
            Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin  telah dinyatakan 
wilayah bantaeng  sudah ada, ketika Kerajaan Singosari dibawah Pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjali  hubungan niaga pada tahun  1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan  Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.
            Bahkan menurut Prof. Nurudin Syahadat, Bantaen sudah ada sejak tahun 500 maehi, sehinnga dijuluki Butta Toa atau Tanah Tuo (Tanah bersejarah).
             Selanjutnya laorn peneliti Amerika Serikat Wayne A. Bougas menyatakan Bantayn adalah Kerajaan Makassar awal tahun 1200-1600, dibuktikan dengan ditemukannya penelitian arkeolog dan para penggali keramik pada bagian wilayah penting Bantaeng yakni berasal dari dinasti Sung(960-1279) dan ari dinasti Yuan (1279-1368).
              Dengan demikian, maka sesuai kesepakatan yang telah dicapai oleh pakar sejarah , sesepuh dan tokoh masyarakat Bantaeng pada tanggal 2-4 Juli 1999. Berdasarkan Kepuusan Mubes KKB Nomor 12/Mubes KKB/VII/1999 tanggal 4 Juli 1999 tentang penetaan Hari Jadi Bantaeng maupun kesepakatan DPRD Tingkat II Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254, Peraturan Daerah Nomor 28 tahun 1999.
             Sejak terbentuknya Kabupaten Bantaeng daerah Tingkat II Bantaeng berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 1959, Bupati Kepala Daerah Tingkat yang pertama dilantik pada tanggal 1 Februari 1960.
              Adapun pejabat pemerintah sejak terbentuknya Kabupaen Bantaeng sebagai berik:         1.A. Rifai  Bulu Tahun 1960-1965                                                                                                                 
2.Aru Saleh  tahun 1965-1966                                                                                                                  
3.Solthan Tahun 1966-1971                                                                                                                        
4.H.Solthan 1971-1978                                                                                                                            
5.Drs. H. Darwis Wahab Tahun 1978-1988                                                                                 
6.Drs.H.Malingkai Maknun Tahun 1988-1993                                                                                         
7.Drs.H.Said Saggaf Tahun 1993-1998                                                                                                             
8.Drs.H. Azikin Solthan Tahun 1998-2008                                                                                                      
9.Prof.Dr. Nurdin Tahun 2008- Sekarang  



                         8 KECAMATAN  67 DESA/KELURAHAN
             Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 wilayah  Kecamatan yaitu Kecamatan Bissappu, Ulu Ere, Bantaeng , Eremerasa, Tompobulu,Pa’jukukang,Sinoa dan Gantarang Keke. Kecamatan  Bissappu terdiri dari 4 desa dan 7 kelurahan, Kecamatan Ulu Ere terdiri dari 6 desa , Kecamatan Bantaeng terdiri dari 1 desa dan 8 kelurahan ,Kecamatan Eremerasa terdiri dari 9 desa, Kecamatan Tompobulu terdiri dari  6 desa dan 4 kelurahan , Kecamatan Pa’jukukangterdiri dari 10, Kecamatan Sino terdiri dari 6 desa desa dan kecamatan Gantarang Keke terdiri dari 4 desa dan 2 kelurahan .                                                                                                                                                                                                                                                                     Kecamatan Bissappu: Nama pejabat Tk. Kecamatan, Kepala Kelurahan, Kepala Desa dan Luas daerah Desa/Kelurahan di Kecamatan Bissappu . Kecamatan Bantaeng: Nama Pejabat Tk. Kecamatan , Kepala  Kelurahan, Kepala Desa dan Luas daerah Desa dan kelurahan di Kecamatan Bantaeng.                                                                                                                                                                        
Kecamatan Tompobulu: Nama Pejabat Tk. Kecamatan, kepala Kelurahan, Kepala Desa dan Luas daerah Dea, dan Kelurahan di Kecamatan Tompobulu.                                                                                                                                           Kecamatan Pa’jukukang: Naa Pejabat Tk.  Kecamatan Kepala Kelurahan Kepala Desa dan Luas daerah Desa, dan kelurahan Kecamatan Pa’jukukang.                                                                                
Kecamatan Ulu Ere:Nama Pejabat Tk. Kecamatan , Kepala Kelurahan , Kepala Desa dan Luas daerah Desa di kecamatan Ulu Ere.                                                                                                              Kecamatan Eremerasa: Nama Pejabat Tk. Kecamatan, Kepala Kelurahan , Kepala Desa dan Luas daerah Desa dan Kelurahan di Kecamatan Eremerasa.                                                                                                                                   
Kecamatan Sinoa: Nama Pejabat Tk. Kecamatan, Kepala Kelurahan ,Kepala Desa dan Luas daerah  Desa dan Kelurahan di Kecamatan Sinoa.                                                                                   
Kecamatan Gantarang Keke: Nama  Pejabat Tk. Kecamatan, Kepala Kelurahan, Kepala Desa dan Luas daerah Desa dan Kelurahan di Kecamatan Gantarang Keke    
                                                     

                                                                       PENDIDIKAN
              Pendidikan di Kabupaten Bantaeng adlah baagian integral dari sistim pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk mempertinggi ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan ,keterampilan , budi pekerti, kepribadian dan semangat kebanggsaan  sehinnga dapat menumbuhkan manusia-manusia  pembangunan yang mampu membangun dirinya sendiri serta bersama  bertanggungjawab atas pembangunan bangsa.
            Dalam rangka mencerdaskan bangsa serta meningkatkan  parisipasi sekolah  pendudukan tentunya harus diimbangi dengan penyediaan  sarana dan  prasarana pendidikan, baik pendidikan formal maupun  non formal .

                                                    KESEHATAN

             Pembangunan  bidang kesehatan di Kabupaten Bantaeng diarahkan agar pelayanan kesehatan meningkat lebih luas, lebih merata, terjangkau oleh lapisan masyarakat. Kesehatan merupakan   bagian yang terpenting dan diharpkan dapat menghasilkan derajat kesehatan  yang lebih tinggi dan memungkinkan  setiap orng hidup dan produktif secara social dan ekonomis
            Penyediaan sarana kesehatan masyarakat berupa rumah sakit, puskesmas , dan tenaga kerja kesehatan , semakin  ditingkatkan jumlahnya sesuai rencana pertahapannya , sejalan dengan itu penyediaan obat-obatan, alat kesehatan,  pemberantasan penyakit menular dan peningkatan penyuluhan di bidang kesehatan .
           Adapun sarana pelayanankesehatan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2006 telah tersedia berupa berupa sakit umum 1 buah , puskesmas/pustu 34 buah , puskesmas keliling 13 buah,  balai pengobatan 2 buah, dan 25 polindes. Jumlah dokter praktek sebanyak 26 orang, bidang desa 52 orang apotik 5 buah, dan took obat sebanyak 17 buah. Disamping itu Kabupaten Bantaeng jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2006 sebanyak 239 orang.
                              

                                                      KELUARGA BERENCANA

             Salah satu usaha pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah menggalakkan program keluarga berencana. Dalam rangka mengendalukan laju pertumbuhan penduduk dan menciptakan keluarga kecil yang bahagia dan sejahterayang menjadi dasar bagi tewujudnya  masyarakat sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, beberapa cara telah ditempuh antar lain melalui kampanye gerakan keluarga berencana dan secara langsung mengatur kelahiran dengan memamfaatkan  alat kontrasepsi untuk pengaturan kehamilan.
            Sasaran kebijaksanaan program keluarga berencana adalah rangka upaya menurunkan tingkat kelahiran dan diharapkan semua PUS dapat menjadi peserta KB yang aktif. Jumlah PUS di Kabupaten Bantaeng tahun 2006 sebanyak 28.352 orang.
           Jumlah akseptor KB aktif  di Kabupaten Bantaeng tahun 2006 tercatat 22.016 orang , dimana 30,71% pemakai pil, 2,27% memakai IUD. 0,57% memakai kondom, 55,11% menggunakan suntikan dan sisanya 11,34% memakai alat kontosepsi lainnya. Persentase akseptor KB aktif terhadap PUS sekitar 77,65%.

                                                   AGAMA
           Upaya pemenuhan sarana dan prasarana kehidupan beragama pada dasarnya merupakan tanggungjawab masyarakat, karna pemerintah juga mempunyai tanggungjawab atas pembinaan  kehidupan beragama dalam masyarakat,  maka pemerintah telah memberikan bantuan  dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut
          Jumlah penduduk Kabuaten Bantaeng yang menganut Agama Islam sebesar 99,68% dan 0,32% merupakan non muslim.
          Sarana peribadatan di Kabupaten Bantaeng  pada than 2006 sebanyak 443 yang trdiri dari mesjd 303, sanggar 138 dan gereja 2.


                                                               KRIMINALITAS

           Keamanan dan ketertiban  merupakan salah satu Pendorong proses pembangunan. Terjadinya masalah kriminalitas kemungkinan disebabkan  antara lain pertambahan pendudk dan banyaknya pengangguran. Kedua hal tersebut akan menimbulkan kerawanan social karena para penganggur dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka timbul keinginan untuk melakukan tindakan kejahatan berupa pencurian, pembunuhan dan lain-lain.
          Adapun jumlah peristiwa kejahatan termasuk kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan pada tahun 2005 tercatat 159 peristiwa dan pada tahun 2006 turun menjadi 1006 peristiwa.
                                                                                                                                                                                                    By:Sahar_Pratama